6 Maret 2022 - 17:56
Ayatullah Sistani Kecam Keras Insiden Bom Bunuh Diri di Peshawar

"Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada Anda yang terkasih dan mengungkapkan simpati kami kepada keluarga yang ditinggalkan, kesabaran untuk semua dan penyembuhan segera bagi yang terluka dari peristiwa tragis ini."

Menurut Kantor Berita ABNA, Pemerintah Pakistan mengumumkan, ledakan bom bunuh diri yang terjadi saat shalat Jumat dilaksanakan oleh warga Syiah di Masjid Peshawar, menyebabkan sedikitnya 50 orang gugur, dan 80 lainnya terluka. Kemungkinan jumlah korban jiwa dapat bertambah.

Pada Jumat (4/3), Kepala Kepolisian Peshawar Pakistan mengonfirmasi ledakan bom tersebut dan mengatakan, seorang polisi tewas dalam ledakan ini, dan petugas kesehatan di Peshawar mengumumkan 30 jenazah ditemukan dalam insiden ini.

 

Menurut keterangan Kepala Kepolisian Peshawar, dua orang yang sempat menyerang polisi setempat, meledakan diri di masjid warga Syiah saat shalat Jumat berlangsung.

 

Saksi mata mengatakan, ledakan hebat itu terjadi saat shalat Jumat tengah dilaksanakan, tepat di sebelah mihrab. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengecam ledakan bom ini, dan langsung memerintahkan penanganan terhadap para korban.

 

Atas aksi biadab tersebut, Kantor Ayatollah al-Uzhma Sayid Ali Sistani salah seorang marja taklid Syiah yang bermukim di Najaf Irak, mengeluarkan pernyataan mengutuk insiden ledakan oleh kelompok teroris di Masjid di Peshawar, Pakistan tersebut.

Pernyataan tersebut mengatakan, "Tragedi menyakitkan yang terjadi hari ini selama salat Jumat di Masjid Kocha Risaldar, di mana sejumlah besar jemaah yang tidak bersalah menjadi syahid atau terluka, menyebabkan kesedihan dan kedukaan yang besar."

Kantor Ayatollah Sistani menambahkan dalam pernyataannya, "Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada Anda yang terkasih dan mengungkapkan simpati kami kepada keluarga yang ditinggalkan, kesabaran untuk semua dan penyembuhan segera bagi yang terluka dari peristiwa tragis ini."

Kantor tersebut menekankan dalam sebuah pernyataan bahwa Hauzah Ilmiah Najaf Ashraf dan otoritas tertinggi Syiah, mengutuk kejahatan mengerikan yang menargetkan persatuan umat Islam, meminta pemerintah Pakistan untuk mengambil tindakan untuk melindungi kelompok minoritas Syiah dari tirani dan kejahatan kelompok teroris. dan mengambil tindakan pencegahan dan tindakan yang diperlukan, dan tidak membiarkan komunitas mereka menjadi sasaran serangan kekerasan dan brutal oleh kelompok-kelompok ekstremis dan berhati keras.

Ledakan bom di dekat sebuah masjid di Pakistan barat telah menewaskan sedikitnya 56 orang dan melukai 190 lainnya.

Dalam insiden ini, seorang pembom bunuh diri memasuki masjid Syiah setelah bentrokan bersenjata dengan pasukan keamanan dan meledakkan dirinya saat salat Jumat.

Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk serangan teroris itu dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.